Angelasky’s Blog – Motivational Stories

13 February 2009

Anjing dan Pemiliknya

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 12:18 am

Seorang pedagang toko kain pada suatu hari dikejutkan oleh suara anjing yang menggonggong di depan rumahnya. Saat dia membuka pintu, dia melihat seekor anjing yang besar dan di mulutnya terdapat secarik kertas yang berisikan daftar belanjaan lengkap dengan uangnya.

Sang pedagang segera menyiapkan barang-barang belanjaan sesuai dengan pesanan yang tertulis di atas kertas tersebut dan menyerahkannya kembali kepada si anjing.

Merasa tertarik, sang pedagang mengikuti si anjing dari belakang. Dia ingin tahu siapakah si pemilik anjing yang cerdas ini?

Anjing itu berhenti di sebuah rumah di sudut jalan yang besar. Rumah itu tampak begitu sederhana dan mungil. Anjing itu menggonggong dengan keras seolah ingin dibukakan pintu.

Seorang wanita tua keluar dan bukannya senang dengan kedatangan anjingnya, namun malah memaki-maki anjing itu dan memukulnya dengan tongkatnya.

Sang pedagang yang melihat kejadian itu terheran-heran dan bertanya, “Mengapa Anda memukul anjing Anda?”

Dengan nada marah, sang wanita tua menjawab, “Ya, anjing ini sangat bodoh, benar-benar bodoh!”

“Mengapa Anda berkata seperti itu? Saya menilai anjing Anda itu sangat pintar dan cerdas,” jawab sang pedagang yang masih terkejut dengan jawaban wanita tua itu.

“Ya, dia sangat bodoh. Karena setiap kali keluar rumah, dia selalu lupa membawa kunci! Saya yang sudah tua ini harus keluar untuk membukakan pintu untuknya setiap kali dia pulang!”

Ini adalah sebuah pelajaran bagaimana manusia sering kali tak pernah bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah dikaruniakan kepadanya. Mereka hanya ingin menuntut dan menuntut tanpa pernah merasa bersyukur sedikitpun. Bersyukurlah dalam segala hal, baik itu senang ataupun susah, karena berkat Tuhan akan dilimpahkan lebih banyak lagi kepadamu.

20 January 2009

Saat Saat Terbaik

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 5:29 am

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar kau kasihi, haruslah beroleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena saat dia telah pergi, semuanya sudah terlambat.
Saat bertemu dengan seorang teman yang bisa dipercaya, rukunlah bersamanya, karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu, ingatlah untuk bersyukur padanya. Karena dialah yang mengubah hidupmu.
Saat bertemu dengan orang yang pernah kau cintai, ingatlah untuk selalu tersenyum untuk berterima kasih padanya. Karena dialah yang membuatmu untuk lebih mengerti tentang kasih.
Saat bertemu orang yang pernah kau benci, sapalah dengan tersenyum. Karena dia membuatmu semakin teguh dan kuat.
Saat bertemu dengan orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincang dengannya. Karena dialah yang membuatmu mengerti akan dunia.
Saat bertemu dengan orang yang diam-diam pernah kamu cintai, berkatilah dia. Karena pada saat kau mencintainya, bukankah kau berharap agar dia selalu bahagia?
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, berterima kasihlah sebab dia pernah hadir dalam hidupmu. Karena dia adalah bagian dari nostalgiamu.
Saat bertemu orang yang pernah salah paham kepadamu, gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya. Karena engkau mungkin hanya mempunyai kesempatan pada waktu itu saja untuk menjelaskannya.
Saat bertemu dengan yang saat ini menemanimu seumur hidupmu, berterima kasihlah sepenuhnya bahwa dia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati.

16 January 2009

Permintaanku

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 5:15 am

Aku meminta pada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaanku, namun Tuhan menjawab, “Tidak! Itu bukan Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.”

Aku meminta pada Tuhan untuk menyembuhkan kecacatanku. Tuhan menjawab, “Tidak! Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.”

Aku meminta pada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran. Tuhan menjawab, “Tidak! Kesabaran adalah hasil dari kesulitan. Dan itu tidak bisa dihadiahkan, melainkan harus dipelajari.”

Aku meminta pada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan. Tuhan menjawab, “Tidak! Aku memberimu berkat, kebahagiaan adalah tergantung padamu.”

Aku meminta pada Tuhan untuk menjauhkan penderitaan daripadaku. Tuhan menjawab, “Tidak! Penderitaan membuatmu jauh dari perhatian duniawi dan mendekatkan dirimu padaKu.”

Aku meminta pada Tuhan untuk menumbuhkan rohku. Tuhan menjawab, “Tidak! Kau harus menumbuhkannya sendiri, namun Aku akan memangkasmu untuk membuatmu berbuah.”

Aku meminta pada Tuhan segala hal sehingga aku bisa menikmati hidup ini. Tuhan menjawab, “Tidak! Aku akan memberimu hidup, sehingga kau bisa menikmati segala hal.”

Aku meminta kepada Tuhan untuk membantu mengasihi orang lain seperti Dia mengasihiku. Dia menjawab, “Akhirnya kau mengerti!

13 January 2009

Yesterday, Today & Tomorrow

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 5:25 am

Kemarin (YESTERDAY)

Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…
Hari esok. (FUTURE)
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak tahu akan melakukan apa esok hari.
Anda tak mungkin tahu akan sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja..
tapi……
Hari ini. (PRESENT)
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini
Bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda. Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,
lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga…

9 January 2009

Makna Cinta

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 5:28 am

Seorang wanita pada suatu hari datang kepada saya dan menceritakan kisah ini:

Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus.
Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.
Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang.
Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?”, tanya suami saya dengan terkejut.
“Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan,” jawab saya.
Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya suami saya bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?”
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,”Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya :
“Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung.
Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?”
Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”
Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ……
“Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.
Saya melanjutkan untuk membacanya.
“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘teman baik kamu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal.”
“Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’.
Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.”
“Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu.”
“Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu.”
“Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir.
“Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu.”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.
“Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.

Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu.”
“Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia.”
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Karena cinta tidak selalu harus berwujud “bunga”.

2 January 2009

Tuhan Sayang Kamu

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 4:31 am

Pernahkah saat kau duduk santai menikmati hari dan dalam seketika kau ingin berbuat sesuatu untuk orang yang kau sayangi?
Itu adalah Tuhan yang sedang berbicara denganmu.

Pernahkah saat kau sedang sedih dan kecewa, namun kau tak memiliki siapapun untuk berbagi denganmu?
Itu adalah saat dimana Tuhan ingin kamu untuk berbicara padaNya.

Pernahkah saat kau sedang memikirkan seseorang yang sudah lama kamu temui dan seketika itu juga kau bertemu dengannya atau menerima telepon darinya?
Itu adalah kuasa Tuhan. Tak ada yang namanya kebetulan!

Pernahkah kau menerima sesuatu yang sangat kau harapkan, namun kau tak sanggup mendapatkannya?
Itu adalah Tuhan yang selalu mengetahui keinginan hatimu.

Pernahkah kau dalam situasi yang buntu, tidak tahu cara memperbaikinya, bagaimana luka itu hilang atau sembuh, kau harus sadari bahwa itu adalah saat dimana Tuhan ingin memberikan cobaan untukmu, sehingga kau dapat memperoleh hari yang lebih cerah & semakin bertumbuh!

Aku Bertanya Pada Tuhan

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 3:57 am

Aku bertanya pada Tuhan, mengapa aku tidak kaya?
Lalu Dia menunjukkan seorang yang kaya namun hidupnya kesepian dan tak punya siapapun untuk berbagi.

Aku bertanya pada Tuhan, mengapa aku tidak cantik?
Lalu Dia menunjukkan padaku seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, namun memiliki karakter yang buruk.

Aku bertanya pada Tuhan, mengapa aku menjadi tua?
Lalu Dia menunjukkan kepadaku seorang pemuda remaja yang terbujur kaku, meninggal karena kecelakaan mobil.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak memiliki rumah yang besar?
Lalu Dia menunjukkan kepadaku sebuah keluarga yang memiliki 6 orang anak yang masih kecil yang baru saja diusir dari rumahnya yang kecil dan terpaksa hidup menggelandang.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku harus bekerja?
Lalu Dia menunjukkan padaku seorang pria yang tak bisa menemukan satu pekerjaanpun dalam hidupnya, karena tak punya kesempatan untuk belajar membaca.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak menjadi seorang artis yang terkenal?
Lalu Dia menunjukkan kepadaku seorang artis terkenal yang memiliki banyak sahabat, namun ditinggalkan sahabat-sahabatnya ketika popularitasnya mulai turun dan tidak memiliki harta lagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak pintar?
Lalu Dia menunjukkan kepadaku seorang profesor yang jenius, namun dipenjara karena menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Dia bisa bersabar dengan orang yang tak pernah bisa bersyukur seperti aku?
Lalu Dia menunjukkan AlkitabNya, menunjukkan anakNya, yang telah mengambil alih tempatku di Kalvari.

Aku tahu sekarang betapa Dia mengasihiku, dan itu cukup bagiku.

31 December 2008

Lilin

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 6:14 am

Di suatu ruangan yang gelap, ada 4 buah lilin yang sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana ruangan itu begitu sunyi, sehingga terdengar percakapan mereka dengan jelas.

Lilin pertama berkata, “Aku adalah DAMAI, namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diri saja!” Sedikit demi sedikit sang lilin pertama padam.

Lilin kedua berkata, “Aku adalah IMAN, namun sayangnya manusia tak lagi mengenalku. Tak ada gunanya aku tetap menyala.” Lilin keduapun akhirnya padam.

Lilin ketiga berkata, “Aku adalah CINTA, akupun tak mampu untuk tetap menyala. Manusia tak menganggapku berguna. Mereka malah saling membenci, maka lebih baik akupun mematikan diriku!” Lilin ketiga padam seketika itu juga.

Tapi tak diduga, seorang anak memasuki ruangan itu dan sangat ketakutan dan memohon kepada lilin yang keempat sambil menangis tersedu-sedu, “Janganlah mematikan dirimu, aku sangat takut dalam kegelapan.”

Dengan terharu lilin keempat berkata, “Jangan sedih dan jangan takut. Selama aku masih menyala, kita akan selalu dapat menyalakan lilin-lilin lainnya, sebab akulah PENGHARAPAN!”

Si anak dengan senang hati mengambil lilin keempat dan menyalakan kembali ketiga lilin lainnya yang telah padam.

Apa yang tidak akan pernah mati dalam hati kita hanyalah PENGHARAPAN. Dan masing-masing kita bisa menjadi alat seperti anak tersebut, yang dalam situasi apapun bisa menghidupkan kembali DAMAI, IMAN dan CINTA dengan HARAPANnya!

30 December 2008

Semut & Lalat

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 6:48 am

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta diatas sebuah tong sampah didepan sebuah rumah. Suatu ketika anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar” katanya.

Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.
Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini Pak? Mengapa dia sekarat?”
“Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.” Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, ”Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”
Masih sambil berjalan dan memangggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab ”Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama”. Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya namun kali ini dengan mimik & nada lebih serius ”Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini”.

Berhentilah Mengeluh

Filed under: Motivational Story — Angela Skywalker @ 6:18 am

Sebelum Anda mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tak bisa bicara sama sekali.
Sebelum Anda mengeluh tentang rasa dari makanan yang Anda makan, pikirkan tentang seseorang yang tak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum Anda mengeluh tak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.
Sebelum Anda mengeluh tentang Anda buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat terburuk dalam kehidupannya.
Sebelum Anda mengeluh tentang suami atau istri Anda, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.
Sebelum Anda mengeluh tentang hidup Anda, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
Sebelum Anda mengeluh tentang anak-anak Anda, pikirkan tentang seseorang yang mandul namun merindukan kehadiran anak-anak dalam kehidupannya.
Sebelum Anda mengeluh tentang rumah Anda yang kotor karena pembantu Anda tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.
Sebelum Anda mengeluh tentang jauhnya Anda menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
Saat Anda mengeluh dan lelah akan pekerjaan Anda, pikirkan tentang mereka yang pengangguran dan orang-orang yang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti Anda.
Sebelum Anda menuding dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tak ada seorangpun di dunia ini yang tidak berdosa.
Ketika Anda sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan bersyukurlah pada Tuhan bahwa Anda masih hidup!

Older Posts »

Blog at WordPress.com.